
BESTGAME. Esports kembali menghadirkan kebanggaan bagi Indonesia. Kali ini, sorotan tertuju pada ajang Racing Master Legendary Cup 2025 yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Melalui turnamen berskala Asia Tenggara ini, salah satu pemain asal Indonesia, Darnell Djayaputra dengan nickname AnotherGROOT, sukses melaju hingga babak puncak dan mengamankan posisi runner-up. Meski belum berhasil meraih gelar juara pertama, prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa talenta Indonesia dalam dunia balap digital tak bisa dipandang sebelah mata.
Racing Master Legendary Cup Panggung Besar Balap Virtual
Racing Master Legendary Cup merupakan turnamen esports otomotif yang diselenggarakan oleh NetEase. Ajang ini mempertemukan pembalap virtual dari berbagai region, antara lain Jepang, Korea Selatan, Hong Kong–Makau–Taiwan, serta Asia Tenggara (SEA). Kompetisi ini digelar di tengah acara Racing Master Racer Fest 2025 di Bangkok, yang tidak hanya menghadirkan pertandingan seru, tetapi juga festival otomotif digital dengan berbagai hiburan interaktif.
Format kompetisi yang ketat membuat hanya pemain terbaik dari tiap region yang bisa melaju ke babak final. Untuk kawasan Asia Tenggara, terdapat empat nama yang berhasil masuk ke fase penentuan:
- GR・Afiq (Malaysia)
- 168・NokSoCute (Thailand)
- NR丨Miyabi (Filipina)
- AnotherGROOT (Indonesia)
Perjalanan Menuju Final: Indonesia Tunjukkan Taring
Sebelum mencapai final, para pemain menjalani babak kualifikasi ketat yang berlangsung selama tiga minggu. Dari proses panjang itu, AnotherGROOT berhasil tampil konsisten dan mengamankan tiket ke final. Pada fase semifinal, ia berhadapan dengan NokSoCute, salah satu pemain unggulan dari Thailand. Dengan performa impresif, AnotherGROOT berhasil mengalahkan lawannya dan melaju ke babak terakhir untuk menantang Afiq, pemain berpengalaman dari Malaysia.
Grand Final Pertarungan Sengit Afiq vs AnotherGROOT
Partai puncak menghadirkan duel klasik antara Malaysia dan Indonesia. Afiq yang sudah dikenal sebagai veteran Racing Master tampil dominan sejak awal, langsung mencatatkan kemenangan beruntun di ronde pertama hingga ketiga.
Namun, AnotherGROOT tidak tinggal diam. Dengan strategi cerdas dan konsentrasi penuh, ia berhasil merebut satu ronde penting, mematahkan dominasi Afiq. Sayangnya, upaya keras tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. Afiq menutup pertandingan dengan skor akhir 4-1, memastikan dirinya sebagai juara SEA. Meski kalah, posisi runner-up yang diraih AnotherGROOT tetap menjadi pencapaian besar dan membanggakan bagi Indonesia.
Lebih dari Sekadar Turnamen Esports
Ajang ini tidak hanya menyajikan persaingan digital, melainkan juga dikemas sebagai festival otomotif yang memadukan dunia virtual dan nyata. Beberapa atraksi yang menjadi daya tarik antara lain:
- Livery Contest: ajang kreativitas desain mobil yang hasil karyanya dipamerkan di venue.
- Special Car Pit Stop: pengalaman mendekati suasana paddock balapan sungguhan.
- Car Wash Show: hiburan unik yang menghadirkan pertunjukan otomotif penuh gaya.
- Driver Photo Spot & Racer Simulator Corner: area seru untuk pengunjung mencoba langsung simulasi balapan.
- Minigame Corner: permainan interaktif, termasuk menebak jenis mobil hanya dari suara knalpotnya.
Dengan kombinasi hiburan digital dan fisik ini, Racing Master Racer Fest bukan hanya menjadi kompetisi esports, melainkan juga festival budaya otomotif modern yang mempertemukan gamer, komunitas mobil, hingga pecinta balapan sejati.
Makna Penting Bagi Indonesia
Prestasi AnotherGROOT memiliki arti lebih dari sekadar posisi kedua. Ada sejumlah poin penting yang bisa dipetik dari keberhasilan ini:
- Pengakuan Regional
Keberhasilan menembus final dan menghadapi pemain top SEA menunjukkan bahwa skill pembalap Indonesia tidak kalah bersaing di kancah internasional. - Inspirasi Bagi Generasi Muda
Kesuksesan ini dapat menjadi motivasi bagi komunitas gamer di tanah air untuk terus mengasah kemampuan, khususnya di ranah esports otomotif yang masih berkembang. - Peluang Besar di Dunia Esports
Turnamen seperti ini membuktikan bahwa dunia balap virtual memiliki masa depan cerah, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai profesi yang menjanjikan. - Promosi Indonesia di Mata Dunia
Dengan tampil di panggung internasional, nama Indonesia semakin dikenal di komunitas esports global, sekaligus membangun reputasi positif di bidang kompetisi digital.
Harapan ke Depan
Keberhasilan AnotherGROOT menjadi runner-up bisa menjadi titik awal bagi perkembangan lebih besar. Dengan dukungan komunitas, sponsor, serta ekosistem esports yang sehat, bukan tidak mungkin di masa depan Indonesia akan mampu melahirkan lebih banyak atlet esports yang bisa meraih gelar juara dunia.
Selain itu, turnamen seperti Legendary Cup juga diharapkan dapat mendorong penyelenggaraan kompetisi serupa di Indonesia. Hal ini akan membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta lokal untuk unjuk gigi tanpa harus menunggu ajang internasional.
Kesimpulan
Ajang Racing Master Legendary Cup SEA 2025 menjadi saksi kehebatan Indonesia di dunia esports otomotif. Meski belum meraih posisi puncak, capaian AnotherGROOT yang berhasil meraih posisi kedua adalah bukti nyata bahwa talenta Tanah Air patut diperhitungkan. Lebih dari sekadar prestasi individu, pencapaian ini memberikan semangat baru bagi perkembangan komunitas esports Indonesia.
Dengan kerja keras, dukungan yang tepat, serta kesempatan yang lebih luas, bukan tidak mungkin suatu hari nanti Indonesia akan berdiri di podium tertinggi dunia balap virtual. Untuk saat ini, runner-up pun sudah cukup menjadi kebanggaan besar yang layak dirayakan.