
BESTGAME. Bandai Namco kembali menghidupkan kenangan masa lalu melalui Tales of Xillia Remastered. Setelah lebih dari satu dekade “terkunci” di PlayStation 3, kini kisah Jude dan Milla hadir di platform modern dari PC, PlayStation 5, hingga Switch membawa kombinasi nostalgia dan penyegaran yang pas bagi penggemar lama maupun pemain baru.
Kisah Dua Tokoh yang Saling Melengkapi
Tak seperti JRPG kebanyakan yang hanya menawarkan satu protagonis utama, Tales of Xillia Remastered menghadirkan dua karakter utama dengan kisah yang berjalan paralel. Pemain bebas memilih sudut pandang Jude Mathis remaja medis idealis berusia lima belas tahun atau Milla Maxwell, sang Ratu Roh yang menjaga keseimbangan dunia.
Keduanya bagaikan dua sisi mata uang: Jude merepresentasikan sisi manusiawi penuh empati, sementara Milla memancarkan ketegasan seorang pemimpin spiritual. Pilihan karakter bukan sekadar kosmetik, tetapi menentukan bagaimana pemain memandang konflik dan nilai moral di balik cerita. Melalui perspektif Jude, kisah terasa lebih emosional dan realistis; dari sisi Milla, pemain menyaksikan dilema seorang pelindung yang berusaha memahami sifat manusia. Narasi yang dibangun dari dua arah ini menjadi kekuatan terbesar game, memberikan alasan kuat bagi pemain untuk menamatkan permainan lebih dari sekali.
Pertarungan Klasik dengan Sentuhan Modern
Dalam urusan gameplay, Tales of Xillia Remastered tetap setia pada akar klasik seri Tales. Sistem Linear Motion Battle masih menjadi inti, di mana pertarungan berlangsung real-time dengan kebebasan bergerak di arena. Namun remaster ini juga membawa fitur unggulan seperti Link System dan Link Artes dua mekanik yang memungkinkan karakter utama bekerja sama dengan rekan satu tim untuk menciptakan kombo spektakuler.
Setiap karakter memiliki gaya bertarung yang khas: Jude lincah di jarak dekat dengan kemampuan penyembuhan unik, sementara Milla mengandalkan kekuatan roh dan serangan elemental. Kombinasi keduanya memberi keseimbangan antara taktik dan kecepatan.
Meski sistem ini masih terasa kaku dibanding JRPG modern seperti Tales of Arise, gameplay-nya tetap memuaskan. Pertarungan cepat, penuh aksi, dan cukup menantang untuk membuat pemain terpaku di layar. Keterbatasan seperti pemilihan target manual atau batasan TP (Technical Points) justru menambah unsur strategi bagi mereka yang menyukai pertempuran bergaya klasik.
Eksplorasi Dunia Linier tapi Menyenangkan
Dunia Rieze Maxia dalam Tales of Xillia Remastered tidak menawarkan kebebasan tanpa batas seperti game open-world, namun setiap area dirancang rapi dan penuh detail. Peta yang terstruktur membuat pemain lebih fokus menikmati alur cerita ketimbang tersesat dalam eksplorasi yang berlebihan.
Tambahan fitur modern seperti auto-save dan fast travel menjadi peningkatan kenyamanan yang sangat terasa. Kini pemain tidak perlu lagi khawatir kehilangan progres karena lupa menyimpan, atau harus menempuh perjalanan panjang secara manual. Fitur toggle encounter, yang memungkinkan pemain menonaktifkan musuh acak di medan eksplorasi, juga memberikan fleksibilitas antara pengalaman bertarung atau sekadar menikmati jalan cerita.
Semua perubahan kecil ini menjadikan versi remaster lebih ramah bagi pemain baru tanpa mengorbankan nuansa orisinalnya.
Audio dan Visual Perpaduan Nostalgia dan Penyegaran
Secara visual, remaster ini tidak berusaha mengubah gaya khas anime-nya, melainkan memperhalusnya. Model karakter kini tampil lebih tajam, tekstur lingkungan lebih bersih, dan pencahayaan diperbarui agar sesuai dengan standar konsol masa kini. Walau tidak seimpresif Tales of Arise, hasil remaster ini tetap memancarkan pesona khas era PS3 dengan kualitas visual yang lebih stabil dan nyaman di mata.
Soundtrack garapan Motoi Sakuraba kembali hadir, menghadirkan harmoni antara melodi penuh semangat dan tema lembut yang menyentuh. Pemain kini juga bisa memilih voice-over Jepang atau Inggris opsi yang memperkaya pengalaman bermain dan memungkinkan penyesuaian selera tiap pemain.
Cut-scene sinematik dan skit interaktif (percakapan ringan antar karakter) juga tetap menjadi daya tarik utama, membantu memperkuat kedekatan emosional antar anggota party.
Mengenang Masa Lalu, Menghadirkan Masa Kini
Remaster ini bukan hanya sekadar upaya memoles tampilan, melainkan bentuk penghormatan terhadap salah satu seri Tales terbaik di era klasiknya. Semua elemen penting tetap dipertahankan dari karakter menawan, tema persahabatan, hingga konflik moral antara manusia dan roh.
Namun, Tales of Xillia Remastered juga tahu bagaimana beradaptasi dengan zaman. Dengan penyesuaian kontrol, kualitas hidup yang lebih baik, dan performa mulus di berbagai platform, game ini terasa seperti jembatan antara masa lalu dan masa kini.
Sebuah Remaster yang Layak Dicoba
Secara keseluruhan, Tales of Xillia Remastered adalah paket JRPG klasik yang dibungkus dengan penyempurnaan modern. Ia mungkin tidak menampilkan perubahan revolusioner, tetapi cukup untuk membuatnya relevan di generasi baru.
Narasi dua protagonisnya masih menjadi aspek paling kuat, menawarkan kedalaman emosional yang jarang ditemukan di game sejenis. Mekanik pertarungan klasiknya tetap seru meski sedikit ketinggalan zaman, dan peningkatan teknisnya membuat pengalaman bermain terasa lebih halus serta nyaman.
Bagi penggemar lama, ini adalah kesempatan untuk bernostalgia dengan kualitas yang lebih baik. Bagi pemain baru, ini adalah pintu masuk sempurna untuk mengenal pesona seri Tales sebuah perpaduan antara drama, aksi, dan kehangatan yang tidak lekang oleh waktu.